Kenapa ERP Tailor-Made Itu Kunci UKM Naik Kelas: Jangan Cuma Asal Plug-and-Play!!

Share on Pinterest
Share on LinkedIn
Share on WhatsApp
Share on Telegram

Dalam dunia bisnis yang makin kencang larinya, kamu pasti sering dengar istilah ERP (Enterprise Resource Planning). Kedengarannya keren dan canggih, ya? Tapi buat kamu pemilik UKM yang bisnisnya sudah stabil dan lagi bersiap buat ekspansi, memahami apa yang ada di balik "kap mesin" sistem ini jauh lebih penting daripada sekadar ikut-ikutan tren teknologi.



Mengenal ERP: Evolusi dari Gudang ke Seluruh Divisi

Kalau ditarik ke belakang, ERP itu nggak muncul tiba-tiba. Dia berawal dari evolusi Material Requirements Planning (MRP) tahun 1960-an. Dulu, fokusnya cuma urusan inventaris pabrik aja. Nah, ERP modern yang kita kenal sekarang sudah jauh lebih hebat karena mencakup keuangan, SDM, rantai pasok, sampai hubungan pelanggan (CRM).

Cara kerjanya? Bayangkan ERP itu sebagai "saraf pusat" yang bikin informasi dari semua departemen di bisnis kamu mengalir secara real-time. Nggak ada lagi tuh ceritanya tim keuangan nggak tahu apa yang dibeli tim gudang. Semuanya terintegrasi dalam satu basis data. Nama-nama besar seperti SAP dan Oracle memang sudah jadi pionir buat korporasi raksasa, tapi sekarang ada pemain baru seperti Odoo yang lebih fleksibel dan modular, cocok banget buat skala bisnis kamu yang lagi tumbuh dinamis.



Paham Revenue dan Cost Stream dengan Cara Sederhana

Memahami fungsi ERP paling gampang adalah dengan melihat bagaimana sistem ini memetakan setiap rupiah di operasional kamu. Di bisnis kamu, tiap departemen sebenarnya cuma mengelola dua hal: Biaya (Cost) dan Pendapatan (Revenue). ERP tugasnya menyatukan semua aktivitas fisik itu jadi data finansial otomatis.

  • Dari Bahan Mentah ke Barang Jadi: Ketika tim produksi kamu ambil bahan di gudang, sistem langsung mencatat itu sebagai biaya material. Saat barang diproses jadi barang jadi dan dikirim ke gudang cabang atau reseller, kamu bisa pantau posisinya secara presisi lewat layar HP.
  • Dari Tenaga Kerja ke Penjualan: Waktu yang dipakai tim produksi sampai jerih payah tim sales dicatat sebagai biaya operasional. Begitu ada penjualan di cabang mana pun, stok berkurang otomatis, pendapatan masuk, dan laporan laba rugi kamu langsung update saat itu juga. Keren, kan?

PRO TIPS!

Jebakan Solusi "Plug-and-Play": Kenapa Harus Tailor-Made?

Ini poin paling krusial buat kamu yang mau naik kelas: Jangan gampang percaya sama janji manis solusi plug-and-play. Banyak penyedia layanan bakal bilang, "Pakai aja ini, beres! Bisnis kamu kan mirip sama perusahaan lain." Tapi kenyataannya, bisnis kamu punya "DNA" unik yang nggak dimiliki orang lain. Alur kerja dan budaya operasional yang sudah kamu bangun itu adalah nilai plus kamu.

Memaksa bisnis kamu buat ngikutin sistem kaku yang "instan" malah seringnya bikin ribet dan merusak efisiensi yang sudah ada. Menurut riset dari Forbes, banyak teknologi gagal karena sistemnya nggak nyambung sama strategi unik bisnisnya. Jadi, daripada kamu repot merombak cara kerja yang sudah terbukti andal, lebih baik sistem ERP-nya yang dibuat tailor-made alias menyesuaikan kondisi bisnis kamu. Sistem harus bantu bisnis kamu lari lebih cepat, bukan malah bikin kamu belajar jalan dari awal lagi.

 

Bingung Mau Mulai Darimana??

Jika perusahaanmu berencana mengimplementasikan ERP dalam proses operasional namun binggung harus mulai dari mana, kami bisa konsultasi dengan salah satu expert Skale Up yang berpengalaman menggunakan ERP. Book jadwalnya disini

 

Referensi: