Melampaui Target Penjualan: Mengoptimalkan Peran HR dan Marketing untuk Pertumbuhan Bisnis yang Stab
Melampaui Target Penjualan: Mengoptimalkan Peran HR dan Marketing untuk Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan
Sebagai sesama pemilik bisnis, kita sering mendengar
kutipan, "Sales adalah napas bisnis." Kalimat ini memang ada
benarnya; tanpa penjualan yang masuk, arus kas perusahaan bisa kering dan
operasional terancam terhenti. Namun, di sisi lain, pernah tidak merasa tim
operasional, HR, atau tim layanan pelanggan seolah-olah hanya menjadi
"biaya" karena tidak langsung menghasilkan uang?
Sering kali kita terjebak dalam pola pikir bahwa setiap
departemen harus dibebankan target pendapatan (revenue). Padahal,
memaksakan target profit ke semua lini justru bisa mengaburkan fungsi strategis
mereka. Hal ini dipertegas dalam penelitian berjudul "Bridging the Gap:
Unleashing the Power of Non-Core Departments Through Interdepartmental
Collaboration" oleh Ren & Wang (2024). Temuan mereka
menunjukkan bahwa departemen non-inti justru memiliki pengaruh signifikan
terhadap produktivitas dan pertumbuhan organisasi jika kolaborasi
antar-departemen berjalan optimal.
1. HR: Investasi SDM yang Memangkas Biaya
Banyak pemilik bisnis melihat HR hanya dari sisi
administratif. Padahal, HR yang strategis mampu meningkatkan inovasi. Dalam
studi "The application of HRM Systems to Enhance the Innovation
Activities of Foreign SMEs" oleh Menzies dkk. (2023),
dijelaskan bahwa sistem manajemen SDM yang tepat dapat secara langsung
memperkuat aktivitas inovasi pada UMKM. Ketika tim merasa diberdayakan, mereka
bekerja lebih cerdas, mengurangi kesalahan, dan secara otomatis memangkas biaya
operasional yang tidak perlu.
2. Marketing: Membangun Jalan untuk Sales
Kita perlu membedakan peran antara Marketing dan Sales.
Marketing bertugas membangun kepercayaan publik dan mendatangkan calon pembeli
(leads). Sejalan dengan penelitian berjudul "Digital
Transformation in SMEs: Understanding its Determinants and Size
Heterogeneity" oleh Clemente-Almendros dkk. (2024),
transformasi digital yang dipelopori bagian pemasaran sangat membantu UMKM
menghadapi tantangan bisnis yang kompleks. Marketing menciptakan ekosistem yang
memudahkan terjadinya transaksi, sehingga efektivitas penjualan meningkat tanpa
tim Sales harus bekerja ekstra keras sendirian.
3. Custumer Service dan Service Delivery: Menjaga Loyalitas Pelanggan
Di bisnis jasa atau produksi, tim operasional adalah garda
depan kepuasan konsumen. Capoani & Izzo (2024) lewat tinjauan
sistematisnya menekankan bahwa performa UMKM sangat dipengaruhi oleh faktor
multidimensi, termasuk bagaimana layanan diberikan secara konsisten. Pelanggan
yang puas akan melakukan pembelian ulang dan merekomendasikan bisnis kita
secara sukarela. Kontribusi mereka memang tidak terlihat di depan sebagai angka
penjualan, tapi mereka adalah orang-orang yang memastikan kas perusahaan tetap
stabil melalui retensi pelanggan.
Mengukur Kontribusi Lewat KPI Efisiensi
Alih-alih membebani semua departemen dengan target
pendapatan, kita bisa menggunakan Key Performance Indicators (KPI) yang
berfokus pada efisiensi. Sebagaimana dijelaskan oleh Olha Shumilo &
Kateryna Zakordonets dalam karya mereka "Key Performance Indicators
(KPI) – A Measure Of Business Success", KPI merupakan tolak ukur
fundamental dalam mengevaluasi kesuksesan strategi sebuah perusahaan.
Berikut adalah beberapa indikator yang bisa kita terapkan:
- Kecepatan
Operasional: Mengurangi waktu produksi atau layanan tanpa mengurangi
kualitas (misalnya dari 2 hari menjadi 1 hari).
- Optimalisasi
Output: Meningkatkan hasil produksi menggunakan sumber daya yang sudah
ada agar lebih hemat biaya.
- Ketepatan
Waktu Delivery: Memastikan produk sampai ke tangan konsumen lebih
cepat dari rata-rata pasar.
Dengan target yang terukur dan relevan, setiap bagian dalam
bisnis akan bergerak harmonis menuju satu tujuan: pertumbuhan yang sehat dan
berkelanjutan. Strategi ini membuktikan bahwa bisnis yang hebat bukan hanya
soal seberapa besar uang yang masuk hari ini, tapi seberapa efisien sistem di
dalamnya bekerja untuk masa depan.
